9-2-2010
Produksi Capai 280 Ton Tiap Bulan

NUNUKAN – Pengembangan budidaya rumput laut di Nunukan semakin diminati. Bahkan, komoditas anyar ini dijual ke Tarakan hingga Makassar, Sulawesi Selatan.
Berdasarkan survei dan evaluasi Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Nunukan, rumput laut yang tersebar di beberapa titik di perairan Nunukan—per minggu-nya mampu mencapai produksi sebanyak 70 ton, dan jumlah yang lebih besar lagi yakni per bulan mencapai 280 ton.
“Itu produksi yang bisa dihasilkan petani rumput laut kita. Optimistis, produksi bisa digenjot lagi sehingga ada peningkatan produksi,” kata Kepala Diskanla Nunukan Ir. H. Supriyanto.
Dijelaskan, Diskanla akan membentuk tim terpadu yang akan melakukan pemetaan lokasi budidaya rumput laut, yang bertujuan untuk menata kembali kawasan budidaya agar tidak sampai tumpang tindih, tidak merugikan petani serta menjadikan kawasan budidaya yang tidak menganggu aktivitas lain maupun lingkungan sekitar.
Pemetaan kawasan rumput laut dibagi dalam petak-petak, yang ukurannya 15-20 meter, itu sudah standar tidak menganggu aktivitas transportasi speedboat maupun transportasi lainnya.
“Saat ini kurang lebih 400 hektare kawasan budidaya rumput laut di Nunukan, meliputi Nunukan, Sebatik, Tinabasan, Pampang, Mamolo/Tanjung Harapan, Sebatik Barat,” sebutnya.
Rumput laut, lanjutnya, dengan nama latin Eucheuma sp diakui cocok dikembangkan di Nunukan. Faktor keberhasilan juga ditentukan oleh kondisi ekologis yang meliputi kondisi lingkungan fisik, kimia dan biologi. Selain itu, juga terlindungi dari hempasan ombak.
Dan tak kalah pentingnya, pengembangannya berada di lokasi yang jauh dari pengaruh sungai dan bebas dari pencemaran.
”Kami senantiasa mengimbau warga untuk ikut menjaga kebersihan laut, tidak membuang sampah di laut. Limbah sangat memengaruhi keberhasilan produksi rumput laut,” pesan Kadis.
Untuk diketahui, rumput laut termasuk dalam anggota alga (tumbuhan memiliki klorofil atau zat hijau daun). Tumbuhan yang hidup diperairan dangkal dan menempel pada karang yang mati ini dibagi ke dalam 4 kelas besar, yaitu Rhodophyceae (alga merah), Phaeophyceae (alga cokelat), Chlorophyceae (alga hijau), dan Cyanophyceae (alga biru hijau).
Bibit harus dipilih dari thallus yang muda, segar, keras, tidak layu dan kenyal. Berat bibit pada awal penanaman kurang lebih 100 gram per ikat.
Bibit sebaiknya disimpan di tempat yang teduh dan terlindung dari sinar matahari atau direndam di laut dengan menggunakan kantong jaring.
GUNAKAN PERALATAN SEDERHANA
Ribuan petani rumput laut di Nunukan, lanjutnya, sampai saat ini masih menggunakan peralatan sederhana, yakni tali dan botol air mineral sebagai media pengembangan.
Menggunakan tali pada prinsipnya hampir sama dengan metode rakit tapi tidak menggunakan bambu sebagai rakit, tetapi menggunakan tali plastik dan botol aqua bekas sebagai pelampungnya.
Metode ini, di masyarakatkan karena selain lebih ekonomis juga bisa diterapkan di perairan yang agak dalam. Selain itu, keuntungannya, tanaman cukup menerima sinar matahari, lebih tahan terhadap perubahan kualitas air, terbebas dari hama yang biasanya menyerang dari dasar perairan, pertumbuhannya lebih cepat, cara kerjanya lebih mudah. Biayanya lebih murah, kualitas rumput laut yang dihasilkan lebih baik. Rumput laut dikenal juga sebagai obat tradisional untuk batuk, asma, bronkhitis, TBC, cacingan, sakit perut, demam, rematik, bahkan dipercaya dapat meningkatkan daya seksual. Kandungan yodiumnya diperlukan tubuh untuk mencegah penyakit gondok.
Di Tiongkok, rumput laut juga biasa digunakan untuk pengobatan kanker. Mengonsumsi rumput laut berhubungan dengan rendahnya insiden kanker payudara pada wanita. Mungkin hal itu disebabkan oleh kandungan klorofil rumput laut yang bersifat antikarsinogenik.
Selain itu, karena kandungan vitamin C dan antioksidannya yang dapat melawan radikal bebas, rumput laut bermanfaat untuk memperpanjang usia dan mencegah terjadinya penuaan dini.
Semua rumput laut kaya akan kandungan serat yang dapat mencegah kanker usus besar. Serat dapat melancarkan pencernaan dengan membentuk zat seperti gelatin dalam usus halus dan meningkatkan kadar air dalam fases.
Konsumsi serat dapat membantu metabolisme lemak sehingga menurunkan kadar kolestrol darah dan gula darah. Rumput laut juga membantu pengobatan tukak lambung, radang usus besar, susah buang air besar, dan gangguan pencernaan lainnya. (ica)