30-7-2011
Jijik Lihat Darah, Suka Teliti Bakteri

AWALNYA Eka Dewi Sartika hanya iseng-iseng mengambil jurusan Kesehatan Masyarakat (Kesmas) pada fakultas kedokteran di Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda. Persaingan untuk masuk di jurusan tersebut diakui dara kelahiran Samarinda, 9 September 1990 itu cukup ketat. “Saya pun tidak terlalu berharap lulus di jurusan itu, diterima syukur ngga juga tidak apa-apa,” ujar Eka sembari tersenyum.
Setelah dinyatakan tidak lulus tes, Eka, beralih ke jurusan Mipa Biologi Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan (FKIP) yang memang menjadi pilihan kedua. Gadis yang bermukim di Jl Jakarta Blok A No 20 Loa Bakung, Samarinda itu sangat suka dengan biologi. “Saya ikut tes bukan hanya di Unmul, tapi di Poltek juga. Poltek sekedar cadangan doang,” tutur cewek yang memiliki hobi shopping ini.
Sulung dari tiga bersaudara itu akhirnya diterima di jurusan Mipa Biologi. Ia mempelajari mengenai tumbuhan, hewan dan organ tubuh manusia. Praktik awal yang dijalani gadis penyuka makanan steak itu yakni mengamati organ burung dara. “Dosen suruh untuk menyentuh tapi saya jijik liat darah, lagian tidak tega melihatnya,” cetus gadis pemilik tinggi badan 157 sentimeter itu.
Selain mempelajari organ tubuh hewan (burung dara), Eka juga mempelajari merangkai kerangka burung dara tersebut. Ia menjelaskan caranya burung dara terlebih dahulu disembelih, bulu-bulunya dicabuti kemudian kerangkanya agar lunak diberi zat kimia lalu dirangkai. “Itu hanya untuk hiasan dinding,” imbuhnya.
Putri pasangan Agus Sutarno dan Sukarni itu bila sudah praktikum fisiologi, bisa menghabiskan waktu 3-4 jam di laboratorium. Ia mengaku terkadang jenuh menghadapi hal tersebut. Diakuinya, untuk mengatasi kejenuhan selama berada di laboratorium biasanya utak-atik handphone, ngobrol-ngobrol dengan teman. “Tapi bila ada dosen kami tidak berani buka handphone,” kata gadis penyuka warna kuning itu.
Menurut Eka, tidak hanya kejenuhan yang dihadapi namun ada sisi positif yang bisa diperoleh dari praktikum tersebut. “Bisa mempelajari hal-hal baru tentang hewan yang belum kita ketahui. Tapi saya paling senang tentang mikro yakni meneliti bakteri,” bebernya.
Tidak hanya praktikum di laboratorium, bahkan Eka sudah melaksanakan praktik di lapangan (Bukit Soeharto dan Pantai Manggar). Di Bukit Soeharto Eka bersama rekan-rekannya masuk hutan untuk mencari sample tumbuhan. Sedangkan saat praktik di Pantai Manggar, ia mencari binatang laut. “Enak kalau di Pantai Manggar kita bisa sekalian refreshing,” cetusnya sembari tertawa.
Saat ini Eka Dewi Sartika sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Tarakan, Kelurahan Lingkas Ujung, Kecamatan Tarakan Timur. Ia mengungkapkan inginnya dapat KKN di pedesaan, suasana asri, sejuk dan nyaman. “Saya mulai bosan berada di sini (Tarakan, Red), pengin pulang secepatnya ke Samarinda. Kangen sama orang tua, adik-adik, teman-teman terutama Sarah, Ema, Ayu dan Jeje, pengin jalan-jalan bareng mereka,” tutupnya. (ipk)