12-2-2010
Syok, Anak Nelpon Jatuh di Hutan yang Ada Sawahnya

Keluarga Korban Pesawat Trigana Air
Pesawat Trigana Air yang mendarat darurat di Samboja Kutai Kartanegara kemarin tak urung membuat calon penumpang yang akan mengikuti penerbangan lanjutan, gagal diberangkatkan. Namun yang pasti, keluarga yang mendengar berita jatuhnya Trigana dibuat syok.
CALON penumpang dari Samarinda yang akan pulang ke Bulungan, Tanti Nurhayati, misalnya, terpaksa batal ke kampung halamannya. Pasalnya Trigana Air yang akan ditumpangi pekerja sosial masyarakat itu tak mungkin bisa terbang lagi setelah kecelakaan. “Harusnya saya berangkat pukul 13.00 Wita,” ujarnya. Karena penerbangan dibatalkan, ia pun menerima kembali uang pembelian tiket Rp 737 ribu. “Saya mau nginap dulu di Samarinda, ngga tahu kapan mau pulang ke Bulungan. Yang jelas saya sudah rugi waktu, rugi tenaga,” ucapnya. Penumpang lain, Darmisah yang ingin pulang ke Nunukan, serta Saprudin yang akan bertolak ke Berau, kemarin terpaksa mencari penerbangan alternatif. Namun usahanya gagal, karena Kalstar Aviation yang melayani rute serupa dengan Trigana Air, sudah penuh.
Di Berau, tak sedikit pula penumpang yang batal berangkat. Akibat kecelakaan Trigana Air kemarin, warga Berau yang telah memesan tiket maupun yang telah memesan tiket Trigana Air langsung membatalkannya.
“Iya mas, ini semua penumpang membatalkan penerbangannya. Mulai hari ini sampai yang telah memesan tiket untuk besok,” kata Bahrul, karyawan di kantor perwakilan Trigana Air Jalan H Isa II Tanjung Redeb.
Bahrul saat diminta menunjukkan manifest (daftar penumpang) pesawat Trigana Air yang naas, enggan memberikannya. “Minta di bandara mas. Saya masih sibuk mengurus orang-orang yang membatalkan tiketnya,” ujarnya. Namun dari informasi yang didapatkan, penumpang dari Berau berjumlah 16 orang. Sedangkan sisanya merupakan penumpang dari Tarakan dan Nunukan.
KELUARGA SYOK
Sementara itu, Cecep Wawan, Kepala Bidang Pelayanan dan Pencatatan Disdukcapil Berau kaget dan syok mendengar kejadian tersebut. Sebab salah satu penumpang pesawat Trigana Air tujuan Berau-Samarinda adalah anaknya bernama Dandi. “Saya kaget, anak saya telpon bilang ada di hutan. Saya kira dia sudah sampai di rumah,” kata Cecep di Bandara Kalimarau ketika hendak ke Balikpapan menemui anaknya.
Mendapat telepon dari anaknya, Cecep bergegas pulang dan memberitahu istrinya. “Istri saya langsung syok dan menangis. Tapi saya kasih tahu ke istri Dandi selamat dan tidak kenapa-kenapa. Jadi istri bisa sedikit tenang,” kata Cecep. Ia langsung pergi memesan tiket pesawat. “Alhamdulillah masih dapat tiket pesawatnya. Makanya saya langsung mau berangkat,” kata Cecep.
Ditambahnya, firasat akan terjadi apa-apa pada anaknya sebenarnya telah dirasakannya. Sebelum anaknya berangkat, dia berulang-ulang menelepon anaknya. “Saat saya tanya, katanya masih di bandara. Saya heran kok belum berangkat-berangkat. Padahal sudah jam sepuluh lewat,” cerita Cecep.
“Nah, sekitar jam duabelas anak saya menelepon. Tapi dia bilang ada di hutan yang ada sawahnya. Saya pun kaget. Ternyata pesawatnya jatuh,” sambung pria asal Jawa Barat ini.
Firasat lain kata Cecep, anaknya sebenarnya sudah dijadwalkan berangkat beberapa hari lalu. Hanya saja ditunda keberangkatannya. “Tadinya anak saya itu mau kembali ke Samarinda sama-sama adiknya. Tapi adiknya menunda untuk pulang ke Samarinda Senin nanti. Nah, yang kakak ini tidak bisa, harus hari ini (kemarin, Red) pulang ke Samarinda,” ujar Cecep.
Cecep menambahkan, kejadian yang menimpa anak lelakinya itu membuat trauma anak perempuannya. “Anak saya yang perempuan jadi tidak mau naik pesawat untuk pulang ke Samarinda. Saya juga sempat mengajak dia tetap bersikeras tidak mau. Jadi nanti anak saya yang perempuan terpaksa pulang ke Samarinda naik mobil aja,” kata Cecep.
SELAMAT
Sementara itu, rombongan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Berau sebanyak 40 orang yang akan berkunjung ke Malang selamat dari musibah karena berganti maskapai penerbangan. Awalnya, rombongan DWP dikabarkan menggunakan pesawat Trigana Air menuju Balikpapan, untuk selanjutnya menuju Surabaya. Namun, rombongan ternyata menggunakan pesawat milik Kalstar Aviation. Tak urung, informasi kecelakaan pesawat Trigana Air pun sempat menghebohkan pegawai di lingkungan Pemkab Berau. Sebab beredar informasi rombongan DWP Berau berada dalam pesawat tersebut. (end/*nan/eff)