26-1-2012
Bahagia Bisa Imlek Bersama Keluarga

Vivi Vanhosen Phung
Tahun baru China atau yang lebih dikenal dengan sebutan Hari Raya Imlek pada 23 Januari lalu merupakan momen yang sangat penting bagi Vivi Vanhosen Phung. Banyak harapan di benak Vivi di tahun Naga Air ini.
“Kebetulan sekarang kami liburan musim dingin. Jadi saya putuskan pulang kampung (ke Tarakan) untuk beberapa hari lagi di sini. Termasuk kemarin saya juga sempat nikmati natal bersama keluarga besar dan imlek tahun ini. Saya juga bersyukur bisa kumpul dengan saudara yang lain,” terang gadis berdarah Tionghoa yang kini masih duduk di bangku kuliah jurusan manajemen perhotelan di Universitas Victoria, Melbourne, Australia itu.
Kemarin (24/1) saat ditemui di rumahnya, Vivi tampak ceria bersama keluarga besarnya masih dalam suasana perayaan imlek tahun ini. Gadis yang sedang menjalani program studi strata satunya di negeri Kanguru ini mengaku bahagia setelah lama berpisah dengan keluarganya di Tarakan. Bahkan momen imlek kali ini sekira 5 kepala keluarga besarnya berkumpul bersama di rumahnya. Meskipun keseluruhannya ada yang berdomisili di luar Tarakan.
“Keluarga kami ada sekitar 5 kepala keluarga lebih yang datang dan kebetulan tidak hanya dari Tarakan saja, ada yang dari Balikpapan, Surabaya, Jakarta dan beberapa kota lainnya menyempatkan waktunya ke sini,” ujar gadis kelahiran 4 Juli 1989 lalu itu.
Disinggung kegiatannya selama imlek, Vivi merupakan salah satu anggota keluarga yang sangat antusias menyiapkan segala persiapannya. Di malam Imlek, dimana keluarga sudah kumpul, Vivi dibantu dengan beberapa sepupu dan keponakannya menyiapkan pernak-pernik khas imlek, kue-kue dan angpao.
“Seperti yang lain juga, sebelum hari perayaan kita pastinya mempersiapkan pernak-pernik dan hiasan-hiasan gantung, ada bunga sakura juga, kemudian lampu-lampunya. Selain itu Angpao juga kami yang bantu meskipun kita yang belum nikah, jadi belum bisa memberi Angpao. Paling sekedar persiapannya saja,” ungkap Vivi sembari tersipu.
Menginjak tahun baru ini setiap warga Tionghoa tentu memiliki harapan-harapan untuk kedepannya, begitu pula dengan Vivi. “Harapan aku tentunya menjadi manusia lebih baik dari tahun lalu, selain itu, kuliahku yang tinggal satu semester ini diberi kemudahan dan cepat lulus,” harap Gadis yang sebelumnya juga sempat kuliah di Kuala Lumpur, Malaysia itu. (*/rif/ngh)