16-2-2012
Berbagi Ilmu itu Indah dan Mulia

Titin Sumarni
TITIN Sumarni namanya. Gadis asli Tarakan yang kini berprofesi guru ini mengaku, sejak kecil tidak bercita-cita untuk menjadi seorang guru. Meski diketahuinya, oleh banyak masyarakat guru adalah profesi yang sangat mulia.
“Sejak kecil saya tidak punya cita-cita jadi guru. Ini adalah cita-cita orang tua saya, mereka mau saya yang mewujudkan keinginan tersebut,” ungkap Titin kepada wartawan di sela jam mengajarnya.
Meski bukan bagian dari keinginannya, Titin mengaku dengan profesinya sebagai guru sekarang, dia mendapatkan banyak pelajaran berharga. Semenjak dua tahun masa pengabdiannya sebagai penyalur ilmu, dia merasa ilmu yang dimilikinya semakin bertambah.
“Dengan kita mengajar tentunya ada tuntutan kita untuk memahami lebih dalam pelajaran yang kita sampaikan tersebut. Sehingga saya pribadi merasa ini adalah anugerah luar biasa, karena wawasan kita jadi bertambah luas,” tutur Guru Matematika di SMP Muhammadiyah I dan II ini.
Bagi Titin mewujudkan cita-cita yang bukan keinginannya sendiri tidak pernah sedikitpun disesalinya. Gadis kelahiran 23 tahun lalu ini sempat membayangkan menjadi seorang wanita karir. Di mana keseharian hanya berada di kantor untuk bekerja. Namun bayangan itu sirna ketika dia mulai mencintai profesi sebagai guru.
“Iya dulu pernah kepikiran ke sana (jadi wanita karir). Saya juga membayangkan betapa asyiknya menjadi seorang wanita karir, tapi setelah saya menjadi guru, saya berfikir bahwa kedepannya seorang wanita karir apa mampu menjadi seorang ibu yang baik bagi anak-anaknya dan juga menjadi seorang istri yang baik bagi suaminya. Sedangkan dia aka terus disibukkan dengan pekerjaan yang menumpuk mulai pagi hingga sore,” urai Titin.
Menurutnya, seorang guru tidak akan mengalami hal demikian. Jika sudah berkeluarga akan selalu ada waktu untuk berbagi kepada suami dan anak-anaknya. Selain itu, Titin juga menjelaskan seorang guru itu tak lepas dari hal--hal kebaikan. Di sana dia berdiri sebagai tauladan bagi murid-muridnya.
“InsyaAllah dengan kita memberikan ilmu-ilmu bermanfaat kelak akan berguna, dan tentunya bermanfaat selama di dunia dan akhirat. Intinya berbagi ilmu itu indah dan mulia,” tutupnya. (*/rif/ngh)