Severity: Notice
Message: Undefined variable: link_header
Filename: views/template_detail_tab.php
Line Number: 6
|
Newsflash :
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Rubrik
Utama
Tarakan Bulungan Malinau Nunukan Berau Kaltim Kriminal Nasional Ekonomi Internasional Hiburan Olah Raga Kaltara Tana Tidung Politik Metro-Interaktif |
Serba-serbi
22-2-2010
Mendaftar Saja sudah Keluar Rp 7 Juta![]() Tempat-Tempat Mahal Penitipan Bayi di Jakarta Di Jakarta, sejumlah tempat penitipan anak (day care) berlomba-lomba memberikan fasilitas “wah”. Tentu, harganya pun luar biasa. Seberapa “wah”? SALAH satu day care atau jasa layanan penitipan anak di Jakarta adalah di HighReach Premium yang berlokasi di lantai dua Sudirman Park Apartment. Ketika koran ini berada di sana, terlihat beberapa balita, rata-rata berumur 3-5 tahun, sedang berkumpul. Mereka sedang mendengarkan cerita tentang Sinbad yang dibacakan salah seorang pengasuh. Joel Bangun, bocah tiga tahun, satu di antara balita-balita itu terlihat paling ramai tingkahnya. Joel dan balita-balita lain sesekali tak menghiraukan cerita yang dibacakan pengasuh mereka. Anak-anak itu berkeliaran di ruang ber-AC berukuran 3 x 3 meter itu. Di sana ada beberapa tempat tidur mungil, lengkap dengan pernik-pernik lucu khas anak-anak. Tempat penitipan anak seperti HighReach Premium memang menjadi salah satu solusi bagi para pasutri (pasangan suami istri) di kota-kota besar yang sama-sama sibuk bekerja. Karena itu, mereka tak bisa mengasuh anak mereka secara penuh. Muncullah banyak day care, yang merupakan lahan bisnis tersendiri. Biayanya pun beragam. Mulai yang ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Tingginya biaya itu berbanding lurus dengan kelengkapan fasilitas. HighReach Premium Day Care, misalnya. Sekali mendaftar, para orang tua harus merogoh kocek Rp 7 juta. Itu hanya untuk pendaftaran. Belum termasuk biaya bulanan yang besarnya Rp 2,5 juta. Tak heran, soal fasilitas, HighReach memberikan layanan yang cukup wah. Di sana anak-anak dibagi dalam beberapa kelompok usia. Yaitu, baby (3-18 bulan), todler (18-24 bulan), preschool (2-3 tahun), prekindy (3-4 tahun), dan kindy (4-6 tahun). Setiap kelompok usia tersebut dipisahkan dalam ruang berbeda. Nah, di ruang-ruang inilah setiap kelompok beraktivitas dengan dipandu pengasuh dan guru. “Pengelompokan ini agar anak-anak bisa bergaul dengan teman sebaya,” jelas M.I Dewi Pusparini, koordinator HighReach. Day care tersebut juga mempunyai sebuah ruang khusus untuk anak-anak yang sakit. Jika diketahui suhu badan si kecil meninggi, mereka dimasukkan dalam ruang tersebut agar tidak menulari teman-temannya. “Jika suhunya makin meningkat, orang tua akan kami panggil,” lanjut prempuan yang akrab disapa Miss Wiwi itu. Day care premium yang lain adalah Baby Kangaroo yang berada di apartemen Kartika Candra. Memang, dibanding HighReach, biaya di Baby Kangaroo lebih murah. Untuk pendaftaran, charge-nya Rp 2,5 juta. Orang tua bisa memilih biaya bulanan. Untuk satu anak yang dijaga satu pengasuh, orang tua harus mengeluarkan Rp 2,5 juta per bulan. Kalau ingin yang lebih murah, bisa dipilih layanan satu pengasuh untuk beberapa anak. Tarifnya Rp 2,1 juta per bulan. Baby Kangaroo menetapkan konsep ruang yang hommy, sehingga seluruh anak dibaurkan menjadi satu. Mereka bisa bermain bersama, tanpa sekat, termasuk dengan adik-adik yang masih bayi. “Anak-anak harus terbiasa bermain dengan semua usia. Ini untuk mengasah interaksi sosial mereka,” kata Mirza P. Saifuddin, owner Baby Kangaroo. Tidak hanya soal ruang, Baby Kangaroo mempunyai layanan antarjemput ASI. Layanan ini khususnya untuk ibu-ibu dengan anak yang masih bayi. “Kami ingin ibu tetap memberikan ASI meski bekerja. Mereka bisa memompa ASI di tempat kerja untuk kemudian kami ambil,” lanjut Mirza. Biaya cukup mahal juga siap-siap dikeluarkan orang tua yang memilih menitipkan anaknya di Keenkids. Untuk member fee Rp 1,5 juta. Sedangkan biaya yang harus dirogoh tiap bulan hingga Rp 1,3 juta. Biaya itu untuk memenuhi kebutuhan buah hati selama 20 hari. Sementara untuk non-member, uang yang harus dibayarkan Rp 200 ribu per hari untuk program bayi dan Rp 150 ribu untuk program anak. “Kalau non-member jatuhnya memang lebih mahal,” ujar Melani Quintania, general manager Keenkids. Melani menjelaskan, ada dua program day care di Keenkids. Yaitu, untuk bayi berusia 3-18 bulan dan anak 18 bulan hingga 6 tahun. Ortu dapat menitipkan anaknya pada hari efektif kerja, Senin-Jumat. Sementara mereka bekerja, anak mereka dijaga pukul 07.30?18.00. Jika telat menjemput sang buah hati, orang tua akan terkena charge Rp 15 ribu per 10 menit. "Ini salah satu kelebihan Keenkids. Ada overtime. Charge kami kenakan prinsipnya agar mereka lebih disiplin saja," terangnya. Namun, kata Melani, jika orang tua harus lembur hingga berjam-jam, pihaknya akan memberikan biaya paket. "Nggak kami hitung Rp 15 ribu per 10 menit. Ya, ada paketan. Bahkan, kami kerap menunggu mereka hingga pukul sembilan malam," katanya. Prinsipnya, kata Melani, Keenkids hadir sebagai partner orang tua. Dengan biaya cukup mahal itu, anak-anak dipastikan mendapat perawatan dan fasilitas memadai. Mereka mendapat asuransi kesehatan. Bila terjadi suatu hal, biayanya bakal ditanggung asuransi. "Program ini memang sudah ada di preschool kami. Jadi, kami juga memberlakukan untuk day care," jelas Melani. Bukan hanya itu. Anak-anak bakal mendapat check up kesehatan rutin dua minggu sekali. Plus pemeriksaan gigi tiga bulan sekali. "Termasuk, pijat bayi dan anak untuk tiap bulan," terangnya. Untuk memantau perkembangan psikologis, Keenkids menyediakan psikolog yang visite rutin. "Tiap pagi kami juga memeriksa suhu anak. Semua kami bikinkan daily report," papar alumnus UPH jurusan pendidikan itu. Anak-anak juga mendapat makan tiga kali sehari. Plus snack seperti buah-buahan. Melani mengatakan, semua masakan itu diolah sendiri tanpa bahan pengawet dan mendapat pantauan dari ahli gizi. “Kami ingin membiasakan anak-anak mengonsumsi makanan yang sehat," ujar perempuan kelahiran 1972 itu. Fasilitas yang tak kalah menggiurkan juga ditawarkan My Tootsie Bear. Biaya yang dipatok day care yang berlokasi di apartemen Bellagio Mega, Kuningan, itu juga premium. Sebut saja, biaya pendaftaran mencapai Rp 2 juta. Biaya tiap bulan untuk program full day Rp 1,7 juta - Rp 2,2 juta. Untuk program separo hari (half day) Rp 1,5 juta-Rp 1,7 juta. Sementara untuk fee non-member akan dikenai Rp 50 ribu per jam. Operasional Manager My Tootsie Bear Flora Teh mengatakan, ada dua program yang disediakan. Baby program untuk usia 2,5 bulan hingga 1 tahun dan children program untuk usia di atas 1 tahun. Satu guru menangani dua bayi dan satu guru untuk tiga anak. “Ketika ada aktivitas di kelas, anak-anak juga didampingi pengasuh," jelas Flora. Fasilitas yang diberikan antara lain anak mendapat bed sendiri, makan tiga kali sehari, juga snack. “Tiap hari kami ajari mereka hal-hal yang berbeda," terangnya. Intinya, kata Flora, orang tua tak perlu khawatir terhadap kenyamanan buah hatinya. "Mereka tinggal mengambil anaknya seusai bekerja. Anak-anak sudah siap dan wangi," tuturnya. Karena Kurang Percaya Baby Sitter Lalu kenapa banyak orang tua di Jakarta menitipkan anaknya pada penitipan bayi? Bekerja bukan satu-satunya alasan bagi para orang tua menitipkan anaknya di day care. Itulah yang diungkapkan pasangan Tri Hartanto, 33, dan Muninggar, 33. Sejak Oktober tahun lalu, mereka memilih mempercayakan buah hatinya Ariatne, 7 bulan, di My Tootsie Bear. "Terus terang, kami kurang percaya dengan baby sitter. Apalagi, kami berdua bekerja. Frekuensi bertemu anak relatif sedikit," terangnya saat dijumpai di day care tersebut Kamis pekan lalu (18/2). Sejatinya, ucap Muninggar, dia dan suami sempat ragu juga menitipkan anaknya. Maklum, Anne -demikian panggilan buah hatinya- adalah anak pertama. Sebisa mungkin, ingin rasanya mereka merawat sendiri putrinya itu. Namun, kesibukan mereka rupanya tak dapat diganggu gugat. Tri bekerja sebagai konsultan, sedangkan Muninggar sebagai jurnalis. Mereka kerap pulang di atas pukul 18.00. Apalagi, lokasi rumah mereka di Ciputat, cukup jauh dari tempat kerja. Karena itu, Tri dan istri memilih day care yang berlokasi di pusat kota. Setelah survei beberapa day care, pilihan mereka akhirnya jatuh ke My Tootsie Bear. "Cukup dekat dengan tempat kerja kami, sehingga saat jam istirahat siang bisa menjenguk si kecil," timpal Tri. Apalagi, Muninggar memberikan ASI untuk putrinya. Karena itu, dia mesti rutin menyuplai pasokan ASI tersebut. Awal menitipkan Anne di day care, Tri-Muninggar kerap khawatir. Namun, setelah melihat perawatan dan pelayanan My Tootsie Bear cukup profesional, kekhawatiran itu akhirnya terkikis. Justru, kata Muninggar, nenek Annelah yang sering khawatir. "Waktu awal-awal, justru neneknya yang sering menemani di sini," ucap Muninggar. Kendati demikian, kadang Tri juga khawatir jika si kecil sakit. Misalnya, tertular batuk oleh anak lain. Maklum, di tempat itu semua anak berbaur dan berinteraksi. Namun, kekhawatiran itu teredam setelah tahu bahwa My Tootsie Bear juga menyediakan dokter yang siap on call kapan saja. "Pernah sih sekali dia sakit. Saya sampai bolos kerja," aku Tri. Alasan serupa diungkapkan Desty Ginting, 40. Kalau saja tak terhalang pekerjaan, Desty pasti merawat sendiri dua buah hatinya. Yaitu, Joel Bangun, 3, dan si kecil Jemima Bangun, 2. Tapi, apa mau dikata, karir membuat Desty tak bisa melakukan hal tersebut. Terpaksa dia menitipkan Joel dan Jemima ke day care. “Di rumah hanya ada suami dan saya. Orang tua di Bandung dan Sumatera. Benar-benar tidak ada yang menjaga anak-anak. Pilihan terbaik bagi kami ya day care," ungkap ibu yang bekerja di sebuah lembaga swadaya masyarakat internasional tersebut. Sebelumnya, Desty sempat menggunakan jasa baby sitter. Waktu itu baru ada Joel saja. Jemima belum lahir. Tapi, Desty merasa kurang puas karena tidak ada yang memantau mereka di rumah. Terlebih lagi menurut informasi tetangga, nanny si Joel kerap memaksa Joel untuk tidur. Berita itu memang belum terbukti kebenarannya. Toh, ketika Desty sengaja "sidak" ke rumah, dia tak menemukan adanya obat tidur atau semacamnya yang bisa membuat Joel lelap. Meski begitu, rasa khawatir membersit juga di batinnya. "Daripada kepikiran, kami berhenti menggunakan jasa baby sitter," imbuh istri Rejeki Bangun tersebut. Dari situ dia mendapat saran dari banyak kolega untuk menggunakan jasa penitipan anak atau day care. Rasa aman dan nyaman Desty memang ada konsekuensinya. Biaya yang harus dikeluarkan per bulan lumayan tinggi juga. Karena menitipkan dua anak, Desty harus mengeluarkan Rp 4 juta per bulan. Bahkan, saat kali pertama mendaftar, dia mengeluarkan biaya nyaris Rp 10 juta. Untuk Desty dan suami, nominal itu tak menjadi soal. "Keluar duit berapa pun nggak masalah asal anak-anak aman," ungkap Desty. (ign/kit/kum) |
Buku Tamu
Serba-serbi
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Copyright @2010 Media Link Gedung Biru Jl Soekarno Hatta Km 3,5 Balikpapan 76126 Kalimantan Timur - Indonesia. Telp (0542) 735359-732158, Fax (0542) 735242. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||