24-2-2010
SMPN 1 Tarakan Dilengkapi Unit Pelayanan Terpadu

MUSTARI
Dulunya Tempat Penitipan Helm, Didesain Mirip Lobi Hotel
Pengelola SMPN 1 Tarakan terus berkreasi. Setelah memasang CCTV di sudut ruangan kelas untuk memantau pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dan aktivitas di sekolah, kini di sekolah yang berada di Jl. P. Diponegoro, Gunung Belah, telah memiliki unit pelayanan terpadu. Apa fungsi fasilitas baru tersebut?
SEPINTAS unit pelayanan terpadu (UPT) mirip lobi hotel. Pihak sekolah memang mendesain ruangan yang berada di sisi kiri pintu masuk tersebut difokuskan untuk penyelenggaraan pelayanan administrasi senyaman mungkin bagi pengunjung.
Di UPT, pihak pengelola sekolah juga melengkapi Liquid Crystal Display (LCD) layar sentuh atau TV plasma. Melalui fasilitas ini, dengan mudah kita bias mengakses data siswa, mutasi pindah sekolah hingga kondisi kawasan sekolah.
“Cukup simple (mudah) memanfaatkan fasilitas ini. Cukup dengan memilih komponen pilihan, kemudian akan muncul pilihan yang diinginkan,” kata Guritno, direktur SMPN 1 Tarakan.
Ia menjelaskan, keberadaan UPT diharapkan pelayanan yang dilakukan lebih cepat dan tepat pada sasaran. “Selama ini kami satukan bersama tata usaha. Di samping itu juga pelayanannya agak jauh dan sulit dijangkau, bahkan membingungkan orang tua murid atau pengadu lainnya,” terangnya.
Guritno menuturkan, untuk membantu pengguna jasa pelayanan memanfaatkan fasilitas itu, pihak sekolah menugaskan tiga karyawati di UPT.
“Ini upaya kita di bidang service dan jasa terhadap pengadu khususnya masyarakat yang ingin mengingkankan anaknya melanjutkan pendidikan di sini,” ujarnya.
Sebelumnya, ruangan yang kini dijadikan UPT merupakan ruang tunggu dan penitipan helm siswa. “Dengan sering melihat orang tua siswa kebingungan ketika melakukan pengaduan maka kita ubah jadi ruang unit pelayanan terpadu,” jelasnya lagi.
Disinggung mengenai pembiayaan pembuatan UPT, Guritno mengatakan menggunakan biaya operasional sekolah (BOPS). Namun dia menolak menyebutkan angkanya.
“Yang jelas dana yang dikeluarkan untuk ongkos tukang dan rehab. Kalau LCD layar sentuh merupakan bantuan dari Tarakan Computer yang didatangkan langsung dari Surabaya,” sebut Guritno.
Ia juga menyampaikan, rehab ruang tunggu menjadi ruangan UPT belum sepenuhnya rampung. “Tapi mayoritas mereka terpuaskan akan pelayanan tersebut,” imbuhnya.
Terobosan lain yang akan dilakukan pihak SMPN 1 Tarakan tahun ini adalah melengkapi seluruh ruangan kelas dengan air conditioner (AC).
“Kami juga akan menerapkan sistem SMS Gate. Melalui siswa juga dapat melaporkan keluhan yang dialami siswa. Pesan yang dikirim langsung ke handphone saya,” ujarnya.
Melalui layanan tersebut, lanjut Guritno, direktur sekolah dapat menindak lanjuti dengan cepat keluhan siswa.
“Cukup dengan mengetik aduan kemudian kirim ke nomor handphone saya, semuanya terakses dengan baik. Jika permasalahan berhubungan dengan guru bersangkutan maka saya akan memanggil guru tersebut,” jelasnya.
Ia berharap dengan adanya berbagai sistem manajemen yang diterapkan ini dapat berjalan lebih efektif. “Sehingga pihak sekolah tidak mengalami keterhambatan dalam menerapakan sistem teknologi dan cetusaan ide lainnya yang bermanfaat bagi siswa dan orang tua,” harap Guritno.(***)