Severity: Notice
Message: Undefined variable: link_header
Filename: views/template_detail_tab.php
Line Number: 6
Oleh: Azhari HafidAPA yang istimewa dari kelahiran seorang manusia? Mungkin kita sepakat, ini perkara biasa. Setiap hari, bahkan setiap menit ada kelahiran bayi manusia. Nabi Muhammad Saw mungkin saja sependapat, karena dalam Sirah Nabawi (baca: sejarah kenabian) beliau tidak menjadikan hari kelahirannya sebagai hari yang istimewa. Keluarga beliau, baik pada masa Jahiliah maupun pada masa Islam, juga tidak pernah memperingatinya. Sebab, dalam tradisi masyarakat Arab, peringatan atas hari kelahiran seseorang tidak pernah dilakukan. Ada yang menyebut, perayaan Maulid Nabi diperkirakan pertama kali diperkenalkan oleh Abu Said al-Qakburi, seorang gubernur Irbil, di Irak pada masa pemerintahan Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (1138-1193). Belakangan, negara-negara Arab moderat seperti Mesir, Syiria, Irak, dan Lebanon mulai mentradisikan ini. Dalam sejarah, ketika Khalifah Umar bin al-Khathab bermusyawarah bersama para sahabat mengenai perlunya penanggalan Islam, hanya ada dua pilihan yang muncul, apa tahun Islam dimulai sejak diutusnya Muhammad sebagai rasul atau sejak beliau hijrah ke Madinah. Yang disepakti adalah penanggalan hijriyah dimulai sejak beliau hijrah dari Makkah ke Madinah. Saat itu, tidak ada seorang sahabat pun yang mengusulkan tahun Islam dimulai sejak lahirnya Nabi Muhammad Saw. Lantas, mengapa setiap tahun kaum Muslim begitu antusias memperingati Maulid Nabi? Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw yang dalam tahun Hijriyah jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal berdasar pada kesimpulan, Muhammad Saw memang manusia biasa, tetapi beliau adalah manusia teragung, karena beliau adalah nabi dan rasul yang telah diberi wahyu. Kelahiran Muhammad Saw tentu tidaklah bermakna apa-apa seandainya beliau tidak diangkat sebagai nabi dan rasul Allah. Lebih dari itu, peringatan Maulid Nabi Saw, sejatinya merupakan perwujudan kecintaan kepada Allah, karena Muhammad Saw adalah kekasih-Nya. Dalam arti, kelahirannya sangat layak diperingati. Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw sendiri tidak lain merupakan sebuah sikap pengagungan dan penghormatan terhadap beliau dalam kapasitasnya sebagai nabi dan rasul.Apa yang istimewa dari peringatan Maulid?. Maulid Nabi Saw adalah momentum perubahan. Awal revolusi zaman jahiliyah menuju zaman yang berbudi pekerti. Setidaknya, peringatan Maulid pada Jumat (26/2) dijadikan momentum untuk terus berusaha melahirkan kembali masyarakat baru sebagaimana perubahan yang pernah dilakukan Nabi Muhammad di Madinah. Semua kita berharap kota ini menjadi lebih baik tanpa perlu menunggu satu kelahiran manusia lagi. Terlalu naif untuk mendambakan kelahiran bayi baru untuk menyulap keadaan. Maulid nabi adalah inspirasi perubahan menjadi lebih baik, Bukan jalan ditempat atau justru mundur kebelakang (aryagain@gmail.com)*Penulis Alumni Filsafat Al Azhar University Cairo, berdomisili di Samarinda.
Radar Tarakan semakin maju yach.....
pak tolong dong jalan-jalan berlubaqng di tarakan cepet di tutup,kasian penguna jalan pak....
belum pas.........jalan kami ambul karena terguris air sungai...al: jl sabanar baru...dpan pabrik tahu
kapan Tarakan punya Tim sepeak Bola yang bisa berlaga di ISL, seperti PERSISAM,PERSIBA,MITRA KUKAR,PKT BONTANG,,,,
kepada pemerintahan tata kota malinau, tolong msalah kbrsihan kota di tata sebaik mungkin,,, contohx jalan raya yg penuh debu...
Telah di temukan sebuah dompet A.n Yanti Mandasari dengan berisi SIM C,KTP,STNK motor dan surat surat lainnya.bagi yang merasa kehilangan silahkan datang ke kantor Brimob Polri Tarakan.
horee...BULUNGAN jadi ibu kota KALTARA
sebaikx mutasi kepsek nunukan jgn pandng bulu, jgn ada lobi-lobi dengan politik. biasax
yg gak mw pindah psti lobi sana sini...
di bunyu marak perjudian di tempat umum,salah satunya di daerah handasa bekas pos pemenangan salah satu calon bupati bulungan,tolong instansi terkait mengambil tindakan yang prepentif,sebelum masyarakat yang yang bertindak
I love malinau