1-3-2010
Kambing dan Sapi Ditertibkan (Lagi)

Camat: Dibiarkan, Kondisinya Bisa Semakin Parah
TARAKAN - Tahun lalu, Pemkot Tarakan melalui Satuan Polisi Pamong Praja terbilang berhasil dalam menertibkan kandang-kandang kambing dan sapi liar, terutama yang ditemukan di pinggir jalan-jalan protokol. Salah satunya kandang kambing yang berada atas jembatan di Jl.Yos Sudarso, depan pelabuhan Tengkayu I.
Namun sekarang, permasalahan yang serupa kembali datang. Namun kondisinya bukan kandang kambing dan sapi yang perlu ditertibkan. Tetapi kambing dan sapi yang justru berkeliaran bukan pada tempatnya, terutama di pinggir jalan.
Kepala Kantor Satpol PP Dison SH yang dikonfirmasi Radar Tarakan mengaku, di tahun ini pihaknya memang mempunyai agenda untuk melakukan penertiban terhadap sapi dan kambing yang tidak pada tempatnya itu. Apalagi dalam beberapa minggu lalu, pihaknya menerima laporan bahwa ada warga yang meninggal akibat ditabrak sapi di jalan.
“Itu memang sudah tergolong menimbulkan gangguan lalu lintas dan perlu ditertibkan,” kata Dison.
Namun bagaimana konsepnya, Dison sendiri enggan membeberkan rencana penertiban kambing dan sapi liar tersebut. “Nanti saja ya, satu-satu,” ujar Dison berdalih.
Sementara itu, Camat Tarakan Tengah Hendra Arfandi yang dihubungi Radar Tarakan via handphone mengaku mendukung sekali jika Satpol PP Tarakan berencana untuk melakukan penertiban tersebut. Pasalnya, jika tidak ditertibkan dari sekarang, maka kondisinya semakin lama akan semakin parah.
“Kami mendukung, karena itu dalam rangka menertibkan dan mengembalikan wajah kota,” ujar Hendra.
Hendra tidak menampik, jika di kecamatannya ada beberapa titik yang masih dijumpai kambing dan sapi yang tidak pada tempatnya, meskipun kambing dan sapi tersebut ada pemiliknya alias tidak liar. “Salah satunya di kelurahan Kampung Satu Skip, yang lainnya mana lagi ya...?” tanyanya.
Menurut Hendra, di wilayah kecamatan Tarakan Tengah, jumlah tempat ditemukannya sapi dan kambing ini tidak terlalu banyak.
“Tapi ini penting untuk menata kembali wajah kota seperti sebelumnya,” sambungnya.
Solusi yang ditawarkan, lanjut Hendra, kambing dan sapi tersebut harus diwadahkan di suatu tempat, yaitu di kawasan usaha peternakan (kunak). “Dalam RT/RW Kota Tarakan sudah jelas bahwa kawasan usaha peternakan ditempatkan di Juata Permai,” ujarnya.
Namun jika kambing dan sapi tersebut memang sengaja ditempatkan di suatu tempat ada ada pemiliknya, alangkah baiknya menurut Hendra dipelihara dan dijaga dengan baik. “Jangan sampai dilepaskan begitu saja, apalagi sampai berkeliaran di jalan-jalan raya, karena memang itu tidak pada tempatnya. Lebih baik dikandangkan atau diikat saja,” tukas Hendra.(ddq)