13-3-2010
SMS

SMS yang mengatasnamakan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) marak beredar. Masyarakat pun ada yang percaya dan mengirimkan SMS yang sama ke keluarga maupun teman terdekat. Lalu apakah SMS itu benar dari IDI? Ketua IDI Cabang Kota Tarakan, dr Franky Sientoro SpA memastikan pesan singkat tersebut bukan dari organisasi yang kini dipimpinnya.
“Forward drr. IKATAN DOKTER INDONESIA/IDI: Saat ini sdg ada wabah pengerasan otak atau sumsum tulang belakang. Jangan minum produk:…., KARENA MENGANDUNG ASPARTANE racun yang menyebabkan diabetes dan kanker yang bisa mematikan. Tolong diteruskan ke orang-orang yang kita cintai. Terapkan SOLUSI KESEHATAN untuk keluarga sehat sejahtera…”
Demikian bunyi SMS yang banyak beredar tersebut. Meski dokter Franky baru mengetahui informasi ini, ia menegaskan, secara ilmiah aspartame belum pernah mendapatkan penelitian apakah berbahaya bagi kesehatan atau tidak.
“Saya baru tahu ada SMS itu, tapi yang jelas, belum terbukti secara ilmiah bahwa aspartame berbahaya,” kata Dokter Franky.
Ia menjelaskan, secara teori aspartame memang membahayakan tubuh, karena berasal dari gula buatan yang dapat menyerang sistem metabolisme sel, sehingga bisa menimbulkan berbagai macam penyakit. Salah satunya adalah kanker yang sangat mematikan.
Selain mengungkapkan aspartame sebagai bahan berbahaya, SMS tersebut juga menyebutkan banyak makanan dan minuman suplemen ternama sebagai makanan dan minuman yang jika dikonsumsi akan sangat berbahaya bagi kesehatan.
“Kita berani membantah dan memberikan ketegasan kalau ini benar-benar sudah dikaji secara ilmiah. Karena kalau tidak, malah akan merusak begitu banyak orang dan produknya,” tambahnya.
Ia juga menyikapi niat baik pengirim informasi ini kepada masyarakat, untuk memberikan peringatan ini agar tetap menjaga pola hidup sehat dan menjauhi makanan dan minuman yang mengandung aspartame.
Agar informasi tidak simpang siur, dr. Franky berharap agar pemerintah melakukan penelitian dulu baru menyebarluaskan informasi yang lebih terpercaya kepada masyarakat. Dia menambahkan, akan banyak faktor penting yang perlu disikapi kalau hanya menceritakan asal suatu penyakit. Sehingga persepsi masyarakat tidak hanya menduga-duga. “Pada prinsipnya aspartame tidak baik, karena penyakit itu tidak pernah sama penyebabnya. Apalagi kalau kita bicara kanker,” katanya.
Menyikapi hal ini, dr Franky menganjurkan kepada masyarakat agar mengurangi penggunaan produk yang mangandung gula dan minum-minuman kaleng. “Lebih baik minum dan makan yang organik,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tarakan dr H Khairul MKes menegaskan, SMS yang beredar di masyarakat adalah bentuk informasi tidak punya dasar sama sekali.
“Kita tidak mungkin menarik peredaran makanan dan minuman yang telah mendapatkan rekomendasi dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan, Red.), karena BPOM itu lembaga negara yang diberi mandat untuk mengawasi makanan dan minuman yang ada,” katanya.
Dengan demikian, kata Khairul, pihaknya tidak akan melakukan apapun terkait beredarnya SMS tersebut, kecuali ada peringatan dan BPOM. (*/tan)